Majelis Pembinaan Kader PWA Sumbar baru-baru ini ( awal bulan November dan akhir bulan November) telah selesai pula melaksanakan tugas organisasi dalam bidang perkaderan formal kemahasiwaan.
Sesuai dengan sistem perkaderan 'Aisyiyah yang diterbitkan oleh MPK PP 'Aisyiyah, bahwa mahasiswa yang berada di lingkungan 'Aisyiyah mesti mengikuti perkaderan formal yang diberi nama dengan: 1. Baitul Arqam Awal, Baitul Arqam Tengah (manajemen Rohani), Tadabbur Alam (out bond), dan Baitul Arqam Akhir (purna. Maka pada bulan November ini, MPK PWA Sumbar bekerjasama dengan Pudir III kemahasiswaan Akper 'Aisyiyah telah selesai melaksanakan dua klegiatan sekaligus, yaitu Baitul Arqam awal dan Baitul arqam akhir(purna).
Baitul Arqam awal diikuti oleh 35 orang peserta yang merupakan mahasiswa baru Akper 'Aisyiyah Padang, dan Baitul Arqam Purna diikuti oleh 60 orang mahasiswa calon wisudawan/ti.Untuk Baitul Arqam purna ini terdiri dari 2 gelomban: I. diikuti oleh 52 orang dan gelombang ke 2 dengan sistim tutorial sebanyak 8 orang.
Baitul Arqam awal dan akhir ini memang masih mengalami banyak kekurangan, disamping kekuranganpersonil penyelenggara juga kekurangan penganggaran, bahkan tidak dibimbing oleh koordinator majelis kader selaku penyelenggara. Namun demikian acara tersebut boleh dikatakan sangat sukses berkat kerja keras dan keikhlasan.
Ada beberapa catatan yang dapat dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan untuk masa mendatang teruma dalam perkaderan mahasiswa 'Aisyiyah di antaranya:
1. Pembiayaan : Pihak Kampus belum mmemasukkan biaya pengkaderan ini ke dalam RAB
lembaga khususnya bidang kemahasiswaan, sehingga pembiayaannnya
ditompangkan ke biaya wisuda yang jumlahnya sangat minim yaitu Rp.
50.000/orang. Padahal acaranya dilaksanakan satu setengah hari
2. Penyelenggara: Koordinator dan anggota majelis belum dapat berpartisipasi dengan
baik dengan alasan kesibukan pekerjaan. Untuk itu perlu komitmen dan kerja keras
sehingga dapat meluangkan waktu meskipun hanya untuk memberikan kontribusi.
Apabila kontribusi waktu tidak dapat diberikan, maka mestinya berkomitmen
membantu secara materi.Sehingga dapat mengimbangi ketidakhadiran sebagai
penyelenggara.
3. Peserta: Mesti ada perbaikan dari segi ibada peserta karena rata-rata mereka
belum melaksanakan ibada dterutama sholat dengan benar. Untuk itu pihak kampus
disarankan untuk memberikan pembinaan lanjutan
4. Panitia: Kepanitiaan dari mahasiswa Akper sangat membantu pelaksanaan dan
suksesnya kegiatan untuk perlu dilanjutkan untuk masa yang akan datang
5. Majelis: Perlu ada Panduan Operasional Pelaksanaan Baitul Arqam khusus mahasiswa
sehingga dapat mempermudah penyelenggaraan dan memperbanyak kader fasilitator
dan nara sumber dari majelis pembinaaan kader.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar